Magang Sapi Perah Rifa'i Farm 2026


Muhasabah Diri
Saya Fadly Wira Pangestu dari fakultas Peternakan Universitas Brawijaya,telah melakukan prose kerja nyata di daerah Jawa Timur kabupaten Malang kacamatan Ngatang. Kuliah kerja nyata saya lakukan adalah di peternakan sapi perah milik bapak Rifa'i. Ada cerita yang dapat saya bagikan itu bisa anda baca sendiri..

Kuliah tidak hanya tentang teori dan praktik di ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga tentang aksi nyata di lingkungan masyarakat dan dunia kerja. Kedua lingkungan tersebut sangat berpengaruh dalam membentuk karakter, etos kerja, dan cara pandang seseorang terhadap kehidupan. Mengapa demikian? Karena ketika manusia mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat secara aman, sejahtera, dan harmonis, akan tumbuh semangat bekerja serta solidaritas sosial yang kuat.

Tidak dapat dimungkiri, dalam dunia perkuliahan, khususnya saat praktikum, sering kali mahasiswa hanya sebatas melihat tanpa mencoba secara langsung karena keterbatasan waktu dan fasilitas. Akibatnya, pemahaman menjadi kurang mendalam. Kekurangan inilah yang dapat dilengkapi melalui pengalaman kerja di lapangan. Pengalaman nyata menjadi jembatan antara teori dan praktik agar ilmu yang dipelajari tidak berhenti sebagai konsep semata.

Pengalaman tersebut saya rasakan secara langsung saat melaksanakan magang di Desa Sumberagung, sebuah desa di tanah Jawa yang masih kental dengan nilai-nilai budaya leluhur. Selama magang di peternakan sapi perah, saya menyaksikan kehidupan masyarakat yang ramah, rukun, aman, dan tertib. Senyum warga menjadi pemandangan sehari-hari, begitu pula semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik.
Suatu sore, terjadi longsoran tanah yang menimbun jalan desa dan menghambat aktivitas warga. 

Keesokan harinya, sepulang saya dari kandang, warga langsung berkumpul untuk bergotong royong membersihkan jalan tersebut. Saya dan teman saya turut membantu. Meski saat itu saya sudah mandi dan beristirahat, ajakan untuk ikut serta tidak saya tolak. Bagi saya, membantu warga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bentuk penghormatan terhadap nilai sosial yang hidup di masyarakat Jawa: gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan.

Nilai-nilai inilah yang sejatinya menjadi pelajaran berharga dari kehidupan, meskipun tidak tertulis di dalam silabus perkuliahan. Ia hadir melalui kebiasaan, keteladanan, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Postingan populer dari blog ini

PELAJARAN HARI INI 29 November 2021